Welcome^_^

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH DAN SALAM UKHUWAH ^_^

Kamis, 29 November 2012

KTI LETAK SUNGSANG


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Dalam upaya Safe Motherhood Indonesia mencanangkan Making Pregnancy Safer (MPS) sebagai strategi pembangunan kesehatan masyarakat menuju Indonesia Sehat 2010. Dalam arti kata luas tujuan Safe Motherhood Indonesia dan Making Pregnancy Safer (MPS) sama, yaitu melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan mengurangi beban kesakitan, kecacatan, dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (Prawirohardjo, S. 2010).
Kehamilan merupakan hal yang fisiologis tetapi bisa saja terjadi komplikasi. Salah satunya adalah letak sungsang (presentasi bokong) yaitu suatu keadaan pada letak janin memanjang dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Insiden presentasi bokong ditemukan sekitar 3-4% dari seluruh persalinan tunggal. Sekalipun insidennya kecil tetapi mempunyai resiko yang besar dan dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi. (http://bidanshop.blogspot.com/2010 diakses tanggal 30 Mei 2012).
Tujuan utama setiap kehamilan dan persalinan agar berakhir dengan lahirnya bayi yang sehat dan ibu yang sehat. Tetapi dalam kenyataannya tidak selalu berlangsung normal. Seringkali ditemukan kelainan atau penyakit serta komplikasi yang dapat menyertai selama kehamilan. Pada akhirnya berdampak pada saat persalinan dan dapat berakhir dengan kematian ibu ataupun kematian bayinya.
(http://www.kuliahd3kebidanan.blogspot.com diakses tanggal 30 Mei 2012)
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Angka kematian ibu merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium (MDGs) ke lima yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, serta nifas. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin. (http://www.akbidforum.blogspot.com/  diakses tanggal 09 Juli 2012)
AKI dan AKB di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Menurut SDKI pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Namun angka-angka tersebut khususnya AKI masih tinggi di antara negara ASEAN di luar Laos dan Kamboja. AKB di Indonesia masih tergolong tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, yaitu Singapura (3 per 1000), Brunei Darussalam (8 per 1000), Malaysia (10 per 1000), Vietnam (18 per 1000) dan Thailand (20 per 1000). (http://www.bascommetro.com diskses tanggal 05 Juni 2012).
Pada tahun 2008, 4.692 jiwa ibu di Indonesia melayang di masa seputar kehamilan, nifas dan persalinan. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu (AKI) adalah, perdarahan 28%, eklamsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, dan abortus 5%. (http://www.metrotvnews.com/ diakses pada tanggal 09 Juli 2012)
Data yang diperoleh dari Profil kesehatan Sulawesi Selatan tahun 2009 sebanyak 78,84% dan menurun pada tahun 2010 yaitu sebanyak 77,13% per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB pada tahun 2009 sebanyak 3,31% dan meningkat pada tahun 2010 yaitu sebanyak 5,78% per 1.000 kelahiran hidup. (http://www.datinkessulsel.wordpress.com/ diakses tanggal 09 Juli 2012).
Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development Goals/ MDGs, 2000) pada tahun 2015 diharapkan angka kematian ibu menurun sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015. Berdasarkan hal itu indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan angka kematian ibu menjadi 102/100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi dari 68 menjadi 23/1000 kelahiran hidup, dan angka kematian balita 97 menjadi 32/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. (Depkes RI. 2009 diakses pada tanggal 17 Mei 2012).
Dalam upaya menjamin akses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB, maka pada tahun 2011 Kementerian Kesehatan meluncurkan upaya terobosan berupa Jaminan Persalinan (Jampersal). Jampersal dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan, yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir. Dengan demikian, kehadiran Jampersal diharapkan dapat mengurangi terjadinya Tiga Terlambat tersebut sehingga dapat mengakselerasi tujuan pencapaian MDGs, khususnya MDGs 4 dan 5. (http://bidanshop.blogspot.com/2010 diakses tanggal 25 Mei 2012)
Data yang diperoleh dari rekam medik RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar dari bulan Januari 2010 sampai dengan Desember 2011 yaitu sebanyak 123 (1,72%) kehamilan dengan letak sungsang dari 7288 kehamilan normal dan sebanyak 47 (0,66%) kehamilan dengan letak lintang dari 7288 kehamilan normal.
Melihat tingginya kasus letak sungsang tersebut merupakan salah satu masalah yang cukup penting mengingat resikonya pada saat persalinan cukup besar dan dapat mengakibatkan kematian baik pada bayi maupun kematian ibunya. Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis tertarik untuk mengetahui dan membahas secara spesifik mengenai kehamilan dengan letak sungsang dengan menggunakan metode pendekatan manajemen asuhan kebidanan dengan judul “Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “A” Dengan Gestasi 32 Minggu 5 Hari Di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012”.
Upaya untuk mencegah terjadinya persalinan dengan presentase bokong yaitu dengan menganjurkan ibu melakukan tehnik posisi knee-chest (menungging) sebelum umur kehamilan 34 minggu.
B.   Ruang Lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup penulisan ini adalah studi kasus dengan penerapan “Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “A” Dengan Kehamilan Letak Sungsang Gestasi 32 Minggu 5 Hari Di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012”.
C.   Tujuan Penulisan
a.    Tujuan Umum
Dapat melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan.
b.    Tujuan Khusus
Dapat melaksanakan pengkajian dan analisis data pada Ny  “A”
dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
a)    Dapat merumuskan diagnosa/masalah aktual pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
b)    Dapat merumuskan diagnosa/masalah potensial pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
c)    Dapat melaksanakan tindakan segera/kolaborasi pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
d)    Dapat merencanakan tindakan dalam asuhan kebidanan pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
e)    Dapat melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
f)     Dapat mengevaluasi asuhan kebidanan pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
g)    Dapat mendokumentasikan semua temuan dan tindakan dalam asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan pada Ny “A” dengan kehamilan letak sungsang gestasi 32 minggu 5 hari di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
D.   Manfaat  Penulisan
Adapun manfaat penulisan pada kasus tersebut adalah :
1.    Manfaat Praktis (Program)
Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian akhir jenjang pendidikan Diploma III Akademi Kebidanan Nusantara Jaya Makassar
2.    Manfaat Akademik (Ilmiah)
Sebagai bahan masukan/informasi bagi tenaga bidan di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar dalam menyelesaikan kasus-kasus khususnya yang berkaitan dengan kehamilan letak sungsang
3.    Manfaat Institusi
Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian akhir  jenjang pendidikan Diploma III Akademi Kebidanan Nusantara Jaya Makassar dan sebagai bahan acuan/pedoman untuk penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) selanjutnya.
4.    Manfaat Bagi Penulis
Merupakan pengalaman yang dapat menambah kemampuan/skill dalam penerapan manajemen asuhan kebidanan khususnya kehamilan dengan letak sungsang.
E.   Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini secara sistematis meliputi :
1.    Studi Kepustakaan
Dengan  membaca  dan  mempelajari  buku-buku  dan  berbagai literatur, mengambil data dari internet, profil kesehatan yang berhubungan dengan judul Karya Tulis Ilmiah ini
2.    Studi Kasus
Melaksanakan studi kasus pada Ny “A” dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah melalui asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian, merumuskan diagnosa/masalah aktual maupun masalah potensial, perencanaan tindakan, implementasi, evaluasi dan dokumentasi.
Dalam memperoleh data yang akurat penulis menggunakan teknik:
a.    Anamnesa
Penulis melakukan tanya jawab dengan pasien dan keluarga guna memperoleh data yang diperlukan untuk mem-
                        berikan asuhan kebidanan pada ibu tersebut.
b.    Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis mulai dari kepala hingga kaki (head to toe) meliputi :
1)    Inspeksi
Inspeksi adalah observasi yang sistematis tidak hanya terbatas pada penglihatan tapi juga meliputi indra pendengaran dan penciuman.
2)    Palpasi
Palpasi adalah menyentuh dan menekan permukaan luar
tubuh dengan jari.
3)    Perkusi
Perkusi adalah melakukan ketukan langsung atau tidak langsung pada permukaan tubuh untuk memastikan informasi tentang organ atau jaringan yang ada di bawahnya
4)    Auskultasi
Auskultasi adalah mendengar bunyi dalam tubuh dengan menggunakan stetoskop dengan menggambarkan dan menginterpretasikan bunyi yang didengar.
c.    Pengkajian Psikososial
Pengkajian psikologi meliputi status emosional, respon ter-
hadap kondisi yang dialami serta interaksi klien terhadap keluarga, petugas kesehatan dan lingkungan.
3.    Studi dan Dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan dengan pempelajari status kesehatan ibu yang bersumber dari catatan dokter/bidan dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat memberi kontribusi dalam menyelesaikan tulisan ini.
4.  Diskusi
Penulis melakukan tanya jawab dengan dokter dan atau bidan yang mengenai langsung ibu yang tersebut serta mengadakan diskusi dengan dosen pengasuh/pembimbing Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini.

F.    Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang digunakan untuk menulis Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari:
BAB I  :  PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
B.   Ruang Lingkup Masalah/Pembahasan
C.   Tujuan Penelitian
1.  Tujuan Umum
2.  Tujuan Khusus
D.   Manfaat Penelitian
                                        1.    Metode Penelitian
                                        2.    Sistematika Penulisan
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A.   Tinjauan Tentang Kehamilan
1.    Pengertian Kehamilan
2.    Periode Kehamilan
3.    Perubahan Fisiologi Wanita Hamil
4.    Perubahan Psikologi Dalam Kehamilan
5.    Tanda dan Gejala Kehamilan
B.   Tinjauan Tentang ANC
1.    Pengertian ANC
2.    Tujuan ANC
3.    Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
4.    Tanda Bahaya Kehamilan
C.   Tinjauan Tentang Kehamilan Persentase Bokong
1.    Pengertian
2.    Etiologi
3.    Patofisiologi
4.    Insiden
5.    Klasifikasi Letak Sungsang/Presentase Bokong
6.    Penanganan Letak Sungsang
D.   Konsep Dasar Proses Manajemen Kebidanan
1.    Pengertian Manajemen Kebidanan
2.    Tahap Dalam Manajemen Kebidanan
3.    Pendokumentasian (SOAP)
BAB III  : TINJAUAN KASUS
Langkah I      : Identifikasi Data Dasar
Langkah II     : Identifikasi Diagnosa/Masalah Actual
Langkah III    : Merumuskan Diagnose/Masalah Potensial
Langkah IV   : Tindakan Emergency/Kolaborasi
Langkah V    : Rencana Asuhan Kebidanan
Langkah VI   : Pelaksanaan Asuhan Kebidanan/Implementasi
Langkah VII  : Evaluasi Asuhan Kebidanan
BAB IV  :  PEMBAHASAN
BAB V   :  PENUTUP
A.   KesimpulaN
B.   Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Tinjauan Tentang Kehamilan
1.    Pengertian Kehamilan
a)    Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari ovulasi sampai partus dan lamanya kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu) dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). (Winkjosastro. 2007. Hal: 125)
b)    Kehamilan normal adalah kehamilan yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi (partus) dimana lamanya kira-kira 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). (Saifuddin. 2002. Hal: 89)
c)    Kehamilan (Pregnancy) adalah kondisi yang berlangsung selama 280 hari saat wanita mengandung janin hasil konsepsi dalam tubuhnya hingga kelahiran. (Rosdiana, AR. Kamus Kebidanan. Hal: 276)
2.    Periode Kehamilan
Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal periode antepartum. (Varney, H. 2006. Hal: 492).

Periode kehamilan terbagi atas 3 periode, yakni :
  a)    Periode kehamilan health (trimester pertama) disebut periode penyusuaian diri yaitu pada minggu 1-12 minggu.
  b)    Periode of adis health (trimester kedua) disebut peride pancaran kesehatan yaitu pada minggu 13-27 minggu.
  c)     Periode of actual waiting (trimester ketiga) disebut sebagai periode menunggu dengan hati-hati yaitu pada minggu 28-40 minggu
3.    Perubahan Fisiologi Wanita Hamil
  a)   Uterus
1)  Pada minggu pertama istmus mengadakan hipetropi dan bertambah panjang, sehingga terasa lebih lunak (tanda Hegar).
2)  Uterus membesar (tanda piscaseck) pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone, pembebasan disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus;
3)  Pada kehamilan 16 minggu kavun uteri sama sekali diisi oleh ruang aminnion yang berisi janin, dan ismus menjadi bagian korpus uteri besar uterus kira-kira sebesar kepala bayi atau tinja orang dewasa;
4)  Pada kehamilan 20 minggu, fundus uteri terletak kira-kira di pinggir bawah pusat;
5)  Pada kehamilan 24 minggu fundus uteri berada tepat di pinggir atas pusat;
6)  Pada kehamilan 28 minggu fubdus uteri kira-kira 3 jari atas pust atau sepertiga jarak antara pusat ke processus xiphodeus;
7)  Pada kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak di antara setengah jarak pusat dan processus xiphodeus;
8)  Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak di antara setengah jarak pusat dan processus xiphodeus;
9)  Pada kehamilan 40 minggu fundus uteri kembali dan terletak kira-kira 3 jari di bawah processus xiphodeus.
(Prawirohardjo,S. 2010. Hal: 175)












Gambar 1.1 Pemeriksaan umur kehamilan menurut tinggi fundus uteri
(Sumber:http//www.google.co.id=gambar=tanda=hegar.
Diakses tanggal 01 Juni 2012)

  b)   Serviks
1)    Serviks uteri bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak disebut tanda hegar. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mucus;
Gambar 1.2.Tanda Hegar
(Sumber:http//www.google.co.id=gambar=tanda=hegar. Diakses tanggal 01 Juni 2012)

2)    Karena bertambahnya pembuluh darah dan melebar warnanya menjadi livid dan disebut tanda Chadwick.
(Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 177)
  c)   Vulva dan Vagina
Mengenai perubahan akibat pengaruh hormone estrogen. Hipervaskularisasi mengakibtkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 178)
d)  Ovarium
1)    Ovulasi terhenti
2)    Terdapat corpus luteum gravitas sampai terbentuknya urin pada kira-kira kehamilan 16 minggu yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone.
(Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 178)
e)  Mammae
1)    Mammae akan membesar dan tegang akibat hormone somato mammotropin, estrogen dan progesterone akan tetapi belum mengeluarkan air susu.
2)    Papila mammae akan membesar, lebih tegak dan nampak lebih hitam, seperti seluruh areola mammae karena hiperpigmentasi.
Pada kehamiln 12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwarnah putih agak jernih yang disebut kolostrum. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 178)
f)   Sirkulasi Darah
1)    Volume darah bertambah banyak kira-kira 25 % dan puncaknya pada kehamilan 32 minggu yang diikuti dengan cardiac output yang meninggi kira-kira 30 %.
2)    Eritropoesis  meningkat untuk memenuhi keperluan transport zat asam yang dibutuhkan sekali dalam kehamilan.
3)    Hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relative volume plasma darah.
4)    Lekosit meningkat sampai 10.000 per ml. Begitu pula produksi trombosit.
5)    Gambaran protein serum berubah : jumlah protein, albumin dan gammaglobulin menurun dalam triwulan 1 dan baru meningkat perlahan-lahan pada akhir kehamilan.
6)    LED umumnya meningkat sampai empat kali.
(Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 183)
g) System Respirasi
 1)  Pada kehamilan 32 minggu keatas ibu hamil tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas, karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearas diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa bergerak; Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20% maka seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 184)
h) Salivasi Digestivus
 1)   Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah.
 2)   Tonus otot-otot saluran pencernaan melemah akibatnya motilitas berkurang dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan. Hal ini baik untuk reabsorbsi makanan tapi akan menimbulkan obstipasi.
Gejala muntah sering terjadi dan biasanya pada pagi hari (Morning Sickness). (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 185)
i)   Traktus Urinarius
 1)   Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan
oleh uterus yang membesar, sehingga timbul keluhan sering kencing. Keluhan menghilang dengan bertambah tuanya kehamilan dan muncul kembali pada akhir kehamilan;
 2)   Ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Pembesaran terutama pada ureter kanan;
 3)   Poliuri disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 185)
j)   Kulit
 1)   Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi dan hidung dikenal sebagai kloasma gravidarum;
 2)   Di daerah leher dan areola mamma sering terdapat hiperpigmentasi;
 3)   Tidak jarang kulit perut seolah-olah retak-retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 179)
k)   Metabolisme Dalam Kehamilan
1)    BMR meninggi system endokrin juga meninggi dan kelenjar gondok tampak lebih jelas;
2)    Konsentrasi alkali sedikit berubah pada keseimbangan asam alkali;
3)    Keperluan terhadap protein besar sekali untuk perkembangan badan, alat kandungan, mammae dan untuk janin juga diperlukan untuk proses laktasi;
4)    Hidrat arang: seorang wanita hamil sering haus, nafsu makannya besar, sering kencing dan kadang-kadang memperlihatkan glukosuria, sehingga menyerupai DM. Hal ini dipengaruhi oleh somatomammotropin, peningkatan plasma insulin dan hormon-hormon adrenal;
5)    Metabolisme lemak juga terjadi. Hormon somatomammotropin berperan dalam pembentukan lemak dan mamma. Deposit lemak lainnya terhimpun pada badan, paha dan lengan;
6)    Diperkirakan 0,2 – 0,7 gr kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil;
7)    Fosfor, magnesium dan tembaga lebih banyak tertahan dalam masa hamil dari pada masa tidak hamil;
8)    Wanita dalam kehamilan memerlukan tambahan besi sekitar      800 mg;
9)    Kadar diamino-oksidase meningkat dan 86 satuan dalam massa tidak hamil ke 200 satuan dalam masa kehamilan enam minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16 minggu yaitu 400-500 satuan lalu menetapkan sampai akhir kehamilan;
10) Kadar alkali-fosfatase meningkat empat kali lipat dan dibandingkan dengan wanita tidak hamil yang dimulai pada kehamilan 4 bulan;
11) Pitosinase ditemukan banyak sekali dalam darah ibu pada kehamilan 14 sampai 38 minggu
12)Kenaikan berat badan ibu hamil, naik kira–kira 6,5–16,5 kg (rata–rata 12,5 kg). Kenaikan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. (Winkjosastro. 2007.Hal: 98)
4.    Perubahan Psikologi Dalam Kehamilan
Adaptasi psikologi yang terjadi dalam kehamilan dapat diidentifikasikan pada setiap trimester yaitu :
a)   Trimester Pertama
Pada trimester ini sering dianggap sebagi periode penyusuaian. Penyusuaian yang dilakukan adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan tergadap kenyataan ini dan arti semua ini bagi dirinya. Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang kenyataan bahwa ia hamil dan mengalami kekecewaan, pemolakan, kecemasan, depresi, dan kesedihan.
Trimester pertama fokus wanita adalah pada dirinya sendiri. Beberapa wanita terutama mereka yang telah merencanakan kehamilan merasa sukacita sekaligus tidak percaya bahwa dirinya telah hamil dan mencari bukti kehamilan pada setiap jengkal tubuhnya.
b)   Trimester Kedua
Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman. Hal lain yang terdapat pada proses ini ialah evolusi wanita tersebut mulai dari menjadi penerima kasih sayang dan perhatian dari ibunya kemudian menjadi pemberi kasih sayang.
c)   Trimester Ketiga
Trimester sering disebut sebagai periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran sang bayi. Pembesaran perut dan pergerakan janin menjadi hal yang terus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ini. Kecemasan dengan kehidupan bayinya dan kehidupannya sendiri. (Varney, H. 2007, Hal: 501)

5.    Tanda dan Gejala Kehamilan
a)    Tanda-tanda Tidak Pasti Hamil
 1)     Amenorea (tidak dapat haid).
 2)     Mual dan muntah (enek dan emesis).
 3)     Mengidam (ingin makan khusus).
 4)     Tidak tahan sesuatu bau-bauan.
 5)     Pingsan.
 6)     Mammae menjadi tegang dan membesar.
 7)     Anoreksia (tidak ada nafsu makan).
 8)     Sering kencing.
 9)     Obstipasi / Konstipasi.
 10)    Pigmentasi kulit
 11)    Epulis
 12)    Varises.
b)   Tanda-tanda Kemungkinan Hamil
 1)   Uterus  membesar  :  perubahan   dalam   bentuk   besar   dan
konsistensi dari rahim.
 2)   Tanda hegar.
 3)   Tanda Chadwick.
 4)   Tanda piscaseck.
 5)    Tanda braxton – hicks.
 6)  Suhu basal sesudah ovulasi tetap tinggi.
 7)   Reaksi kehamilan positif.
c)   Tanda Pasti Kehamilan
 1)   Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin.
 2)   Dapat dicatat dan didengar bunyi jantung janin dengan beberapa cara.
 3)   Dapat dirasakan gerakan janin dan balotemen.
 4)   Pada pemeriksaan routgen tampak kerangka janin.
 5)   Dengan USG dapat diketahui ukuran kantong janin, panjangnya janin dan diameter biparietalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan dan selanjutnya dapat dipakai untuk menilai pertumbuhan janin.
 6)   Fetoskopi.
(Manuaba. 1998. Hal: 125)

B.   Tinjauan Tentang ANC
1.    Pengertian ANC
Ante Natal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Diketahui bahwa janin dalam rahim dan ibunya merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi sehingga kesehatan ibu yang optimal akan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan janin. (Manuaba, I.B.G. 1998)

2.    Tujuan ANC
Tujuan utama Asuhan Ante Natal adalah sebagai berikut :
  a)   Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu
dan tumbuh kembang janin.
  b)   Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan soial ibu dan janin.
  c)   Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjdi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
  d)   Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungki.
  e)   Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif berjalan normal.
  f)    Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
  g)   Menurunkan morbiditas dan mortalitas.
(Saifuddin. 2002. Hal: 90).
3.    Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
Oleh kebijakan program frekuensi kunjungan ante natal sebaiknya dilakukan minimal 4 (empat) kali selama kehamilan dengan ketentuan waktu sebagai berikut :
  a)   1 (satu) kali pada triwulan pertama.
  b)   1 (satu) kali pada triwulan kedua.
  c)   2 (dua) kali pada triwulan ketiga.
Grafik garis besar informasi untuk setiap kunjungan ante natal:
1.  Kunjungan I pada Trimester I : Sebelum minggu ke – 14
Informasi penting :
  a)   Membangun hubungan saling percaya bidan dan ibu gar supaya hubungan penyelamatan jiwa bisa dibina mana perlu;
  b)   Mendeteksi masalah yang diobati sebelum menjadi atau bersifat mengancam jiwa ibu;
  c)   Mencegah masalah seperti Neonatal tetanus (Imunisasi TT), anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan;
  d)   Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi;
  e)   Mendorong prilaku yang sehat (gizi yang cukup dan sesuai, latihan personal hygiene, istirahat dan lain-lain).
2.  Kunjungan II pada Trimester II : sebelum minggu ke-24 atau pada bulan ke-4
Informasi penting :
  a)   Sama pada kunjungan pertama
  b)   Ditambah dengan kewaspadaan khusus mengenai Preklampsia Induced Hypertensiona (PIH) atau Pre-eklamsia karena hipertensi dengan :
1)  Tanya ibu tentag gejala PIH.
2)  Pantau tekanan darah ibu.
3)  Evaluasi Oedema pada wajah dan tangan serta tungkai ibu.
4)  Periksa protein urin.
3.  Kunjungan III pada Trimester III : setelah trimester I dan II
Informasi penting :
a)  Sama seperti kunjungan I dan II
b)  Ditambah dengan palpasi abdomen untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda atau tidak.
4.  Kunjungan IV :
Informasi penting :
a)  Sama seperti di atas.
b)  Ditambah dengan pendeteksian letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit.
(Saifuddin, 2002. Hal: 90)
Sedangkan Pelayanan / Asuhan standar minimal termasuk “7 T” :
1)  Timbang berat badan.
2)  Ukur tekanan darah.
3)  Ukur TFU.
4)  Pemberian imunisasi (Tetanus Toxoid) TT lengkap.
5)  Pemberian Tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan.
6)  Tes terhadap penyakit menular.
7)  Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
     (Saifuddin. 2002. Hal: 90)
4.   Tanda Bahaya Kehamilan
  a)      Perdarahan Pervagina
  b)      Sakit kepala menetap
  c)      Nyeri perut yang hebat
  d)      Penglihatan kabur
  e)      Pergerakan janin berkurang
  f)       Oedema pada wajah dan tungkai
  g)      Demam tinggi
  h)     KPD
  i)       Kejang
C.   Tinjauan Tentang Kehamilan Letak Sungsang
1.    Pengertian
a)     Letak sungsang merupakan letak membujur dengan kepala janin di fundus uteri sedangkan bokong merupakan bagian terendah janin. (Manuaba, I.B.G. 2008. Hal: 116)
b)     Letak sungsang adalah dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu, kepala berada pada fundus uteri sedangkan bokong merupakan bagian terbawah (daerah pintu atas panggul/ simpisis ). (Saifuddin. 2002. Hal: 520).
c)     Presentase bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong, kaki, atau kombinasi keduanya. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 588)
2.    Etiologi
Adapun penyebab presentasi bokong (letak sungsang) antara lain:
a.  Faktor dari ibu dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, yaitu:
1)     plasenta previa
2)     bentuk rahim yang abnormal
3)     panggul sempit
4)     multiparitas
5)     adanya tumor pada rahim dan
6)     implantasi plasenta di fundus yang memicu terjadinya letak bokong;
(Winkjosastro. 2008. Hal: 611)
b.  Faktor dari janin dapat disebabkan oleh keadaan seperti:
1)     hidrosefalus atau anasefhalus
2)     kehamilan kembar
3)     hidramnion dan
4)     prematuritas.
(Winkjosastro. 2008. Hal: 611)
3.    Patofisiologi
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang.
Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. (Winkjosastro. 2007. Hal: 611)
4.    Insiden
Kejadian presentasi bokong ditemukan sekitar 3-4 % dari seluruh kehamilan tunggal pada umur kehamilan cukup bulan (≥ 37 minggu), presentase bokong merupakan malpresentasiyang paling sering dijumpai. Sebelum umur kehamilan 28 minggu, kejadian presentase bokong berkisar antara 20-30%, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentase kepala setelah umur kehamilan 34 minggu. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 588)
5.    Klasifikasi Letak Bokong
  a)   Letak Bokong Murni (Frank Breech)
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat ke atas
  b)   Letak Bokong Sempurna (Complete Breech)
Letak bokong di mana kedua kaki ada di samping bokong ( letak bokong kaki sempurna)
  c)   Letak Bokong Tidak Sempurna (Incomplete Breech)
Letak sungsang dimana selain bokong juga ada bagian kaki atau lutut. (Prawirohardjo, S. 2010. Hal: 589)
Gambar 2.1. Macam-macam Presentasi Bokong
Sumber: (http://www.scibd.com/asuhan–kebidanan–dengan- presentasi-bokong. Diakses tanggal 01 Juni 2012)





 


Gambar 2.2. Macam-macam Presentasi Bokong
Sumber: (http://www.scibd.com/asuhan–kebidanan–dengan- presentasi-bokong. Diakses tanggal 01 Juni 2012)

6.    Penanganan Letak Sungsang
Mengingat bahaya-bahayanya sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindari untuk itu pada waktu pemeriksaan Ante natal dijumpai letak sungsang terutama pada primigravida hendaknya diusahakan untuk merubah presentasi bokong menjadi presentasi kepala. Upaya-upaya tersebut yaitu:
a.  Melakukan Posisi Knee-Chest
Tindakan yang dilakukan pada kehamilan sekitar 7-7.5 bulan, masih dapat dicoba melakukan posisi knee-chest (bersujud dengan kaki sejajar pinggul dan dada sejajar lutut) 4-3 kali perhari selama 15 menit. Situasi ruangan yang masih longgar diharapkan dapat memberi peluang kepala turun menuju pintu atas panggul. Dasar pertimbangan kepala lebih berat dari bokong sehingga dengan hukum alam akan mengarah ke pintu atas panggul (Manuaba, I.B.G. 2008. Hal: 117).
Gambar 2.3 Posisi Knee-chest (bersujud dengan kaki sejajar pinggul dan dada sejajar lutut)
Sumber : http//www.bidankita.com/-kehamilan-dan-kelahiran-sungsang. Diakses tanggal 30 Mei 2012

b.  Versi Eksterna
 1)   Pengertian
Versi adalah tindakan untuk memutar janin dalam uterus dengan tujuan mengubah presentasi. Sedangkan Versi Eksterna adalah semua upaya manipulasi dilakukan lewat dinding abdomen. Untuk mengubah presentasi bokong menjadi presentasi kepala maka jenis versi yang digunakan adalah versi chepalic.
 (Oxorn, H dan Forte, W. 2010. Hal: 367)
Gambar 2.3 Melakukan Versi Eksterna
Sumber: http//www.reproduksiumj.blogspot.com.Diakses tanggal 30 Mei 2012
2) Syarat Versi Luar
a)    Kehamilan harus tunggal.
b)    Janin harus dapat digerakkan dengan bebas.
c)    Uterus harus lemas
d)    Bagian terendah janin masih dapat dibebaskan dari rongga panggul.
e)    Dinding perut ibu harus cukup tipis dan rileks agar penolong dapat memegang bagian-bagian janin.
f)     Janin harus dapat lahir pervaginaan.
g)    Saat mengerjakan versi luar dalam kehamilan yaitu pada primigravida pada umur kehmilan 34-36 minggu dan pada multigravida pada umur klien kehamilan lebih dari 37 minggu
h)   Pada inpartu pembukaan kurang dari 4 cm dan selaput ketuban masih utuh.
3).  Komplikasi Versi Luar
a)    Gawat janin
b)    Bisa terjadi prolapsus finiculi
c)    Solution plasenta
d)    Bradichardi janin setelah dilakukan versi luar
e)    Dapat terjadi ketuban pecah dini
f)     Kematian janin intra uterin
g)    Kelainan kongenital berat pada janin
h)   Bokong yang sudah masuk panggul
4)  Kontra Indikasi
a)  Panggul sempit
b)  Pendarahan antepartum
c)  Preeklapsia dan Hipertensi
d)  Hamil kembar
e)  Plasenta previa
f)   Ketuban pecah dini
(Oxorn, H dan Forte, W. 2010. Hal: 36

D.   Konsep Dasar Proses Manajemen Kebidanan
1.  Pengertian Manajemen Kebidanan
Adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, temuan, keterampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien.
2.  Tahap dalam Manajemen Kebidanan
a)   Step I : Pengumpulan Data Dasar dan Analisa Data
Pada langkah ini, dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap.yaitu :
1.  Riwayat kesehatan
2.  Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhannya
3.  Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya
4.  Meninjau data labolatorium dan membandingkan dengan hasil studi.
Pada langkah pertama ini, dikumpulkan semua data yang akurat dari semua sumber yang berkaita denga kondisi pasien.
b)   Step II : Interpretasi Data Dasar / Masalah Aktual
Pada langkah ini dilakukan identifikai yang benar terhadap
diagnosis atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasi sehingga ditemukan masalah atau diagnosis yang spesifik.
c)   Step III : Mengidentifikasi Diagnosa / Masalah potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosis yang sudah diidentifikasi. Pada asuhan ini penting sekali melakukan asuhan yang aman.
d)   Step IV : Tindakan Segera / Kolaborasi
Mengedentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien.
e)   Step V : Perencanaan tindakan asuhan kebidanan.
Pada langkah ini, direncanakan asuhan yang menyuluruh yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosis atau masalah yang telah diidentifikasi atau diantisipasi.
f)    Step VI : Tindakan Asuhan Kebidanan (Implementasi)
Pada langkah ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang
telah diuraikan pada langkah ke-5 dilakanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini dapat dilakukan eluruhnya oleh bidan atau sebagian oleh klien atau anggota tim kesehatan lain.
g)   Step VII : Evaluasi tindakan asuhan kebidanan
Pada langkah ini, dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang sudah diberikan, meliputi pemenuhan kebutukan terhadap masalah yang telah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnois.
( Salmah. 2006. Hal: 170).
3.  Pendokumentasian Asuhan Kebidanan 
Menurut Helen Varney, alur berfikir bidan saat menghadapi klien meliputi 7 langkah. Untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh seorang bidan melalui proses berfikir sistematis, didokumentasikan dalam bentuk SOAP yaitu :
  a)   Subyektif
Menggambarkan pendokumentaian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesis sebagai langkah 1 Varney.
  b)  Obyektif
Menggambarkan hasil pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil labolatorium dan uji diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus untuk mendukung asuhan sebagai langkah 1 Varney.
  c)  Assessment
Menggambarkan pendokumentaian hasil analisis dan interpretasi data objektif dalam suatu identifikasi.
1)    Diagnois / masalah
2)    Antisipasi diagnosis / masalah potensial
3)    Perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter, konsultasi/kalaborasi dan rujukan sebagai langkah 2, 3, dan 4 Varney
  d)  Planning
Menggambarkan pendokumentasian dan tindakan dan evaluasi perencanaan berdasarkan assessment sebagai langkah 5, 6, dan7 Varney.
( Salmah. 2006. Hal: 172).


Proses Manajemen Kebidanan

7 LANGKAH (VARNEY)

5 LANGKAH (KOMPETENSI BIDAN)


Data


Data

Masalah/Diagnosa

Assesment/Diagnosa

Antisipasi masalah potensial/diagnosa lain




Menetapkan kebutuhan segara untuk konsultasi, kolaborasi








Perencanaan





Perencanaan
BAB  III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN  KEBIDANAN  ANTENATAL  PADA NY  “ A  GESTASI  32
MINGGU 5 HARI DENGAN KEHAMILAN LETAK SUNGSANG
DI RSKD IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR
T A N G G A L  07  M E I  2012
           
No.Registrasi             :  070698
Tanggal Kunjungan            :  07 Mei 2012 Jam 10.30 WITA
Tanggal Pengkajian :  07 Mei 2012 Jam 10.30 WITA
Ruang                                    :  ANC

LANGKAH  I  IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.   Identitas Istri / Suami
Nama             :  Ny “ A ”        /           TN “ S
Umur              :  24 tahun     /           27 tahun
Nikah             :  1 x                /           ± 1 tahun
Suku              :  Makassar    /           Makassar
Agama           :  Islam            /           Islam
Pendidikan   :  SMA            /           SMA
Pekerjaan      :  IRT               /           Wiraswasta
Alamat           :Ujung Pandang Baru VI No 2 RT 006/RW 003 Kec.Tallo

B.   Riwayat Kehamilan Sekarang
1.    GI P0 A0
2.    HPHT tanggal 21 September 2011
3.    TP tanggal 28 Juni 2012
4.    Ibu mengatakan umur kehamilannya sudah memasuki 8 bulan
5.    Ibu merasakan pergerakan janinnya aktif pada perut sebelah kanan sejak bulan Februari 2011 sampai sekarang
6.    Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut yang hebat selama hamil
7.    Ibu hanya mengkonsumsi obat yang diberikan oleh bidan
8.    Ibu sudah 4 kali kunjungan ANC di RSIA Siti Fatimah Makassar dan telah mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali
-     TT I  : tanggal 23 Februari 2012
-     TT II  : tanggal 27 Maret 2012
9.    Ibu tidak pernah mengalami salah satu dari 9 tanda bahaya kehamilan
C.   Riwayat Kesehatan Lalu dan Sekarang
1.      Ibu tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, hipertensi, paru-paru dan DM
2.      Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seksual
3.      Ibu tidak pernah mengkomsumsi obat-obatan, alkohol dan rokok
4.      Ibu tidak pernah di operasi dan di opname di rumah sakit
5.      Ibu tidak mempunyai riwayat alergi

D.   Riwayat Reproduksi
1.  Riwayat haid
-        Menarche           : 14 tahun
-        Siklus haid         : 28 – 35 hari
-        Lamanya                        : 5 – 7 hari
-        Dismenorhea     : Tidak ada
2.  Riwayat KB
Ibu tidak pernah menjadi Akseptor KB sebelumnya
3.  Riwayat Ginekologi
Ibu tidak ada riwayat penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksi
E.   Data Psikologi, Sosial, Ekonomi dan Spiritual
1.  Ibu dan keluarga bahagia dan bersyukur atas kehamilannya
2.  Ibu merasa cemas dan bertanya-tanya tentang kondisi janinnya
3.  Kehamilan saat ini sudah direncanakan bersama suami dan keluarga
4.  Biaya kehamilan sampai persalinan ditanggung suami
5.  Status ekonomi keluarga menengah ke atas
6.  Ibu dan keluarga selalu berdoa agar kehamilannya berlangsung normal sampai persalinan
7.  Selama hamil ibu tetap beribadah kepada Tuhan YME
8.  Ibu selau berdoa agar kehamilannya lancar sampai persalinan nanti

F.    Pola Kebiasaan Sehari – hari
1.  Pola Nutrisi
a. Makan 4 kali sehari, nafsu makan bertambah
b. Jenis makanan  : Nasi, Sayur dan lauk-pauk
c.   Minum air 8-10 gelas perhari
2.  Pola Eliminasi
a.  BAK :  frekuensi  ± 7-8 kali / hari, warna kuning, tidak ada rasa nyeri saat BAK
b.  BAB :  frekuensi 1 kali sehari, konsistensi lunak
3.  Pola Istirahat
a.  Tidur siang    ± 1-3 jam
b.  Tidur malam  ± 6-8 jam
4.  Personal Hygiene
a.  Mandi 2 kali sehari
b.  Keramas 3 kali seminggu
c.   Sikat gigi 3 kali sehari setelah mandi dan setelah makan
d.  Ganti pakaian 1 kali sehari setelah mandi atau setiap kali kotor

G.   Pemeriksaan Fisik
1.  Keadaan ibu tampak cemas
2.  Kesadaran komposmentis
3.  Tanda-tanda Vital :
-     TD  :  120/70 mmHg                    -  S      :  36,9 C
-     N     :  84 x/i                                    -  P      : 24 x/i
4.  Ukuran badan :
-     TB               : 156 cm
-     LILA           : 24 cm
-     BB sebelum hamil : 52 Kg
-     BB saat hamil          : 59,5 Kg
5.  Inspeksi dan Palpasi
a.  Kepala
     Rambut kepala bersih, rambut tidak rontok, tidak ada benjolan
b.  Wajah
     Tidak ada cloasma gravidarum, Tidak ada oedema
c.   Mata
     Konjungtiva merah muda, Sclera putih/tidak ikterus, Penglihatan tidak kabur
d.  Hidung
     Tidak ada secret dan tidak ada polip
e.  Telinga
     Simetris kiri dan kanan dan tidak ada serumen
f.    Mulut dan gigi
     Bibir tampak lembab dan tidak pecah, tidak ada sariawan, Mulut dan
gigi bersih, Tidak ada caries pada gigi dan belum ada gigi yang tanggal
g.  Leher
     Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, Tidak ada pembesaran vena jugularis
h.  Payudara
     Simetris kiri dan kanan, Putting susu menonjol, Hiperpigmentasi pada aerola mammae, Keluar colostrums bila dipencet, Tidak ada nyeri tekan dan massa
i.    Abdomen
    Tampak linea nigra dan strea lividae, Tidak ada luka bekas operasi, Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, Tidak ada nyeri tekan saat palpasi
    Palpasi :
-     Leopold 1 : TFU 30 cm (1/2 PST-PX) umur kehamilan 32-34 minggu teraba kepala di fundus
-     Leopold 2 : PU-KI
-     Leopold 3 : Bokong
-     Leopold 4 : BAP (Convergen)
    Lingkar Perut : 102 cm           TBJ = TFU x LP = 3060 gram
j.    Panggul
    Distansia Spinarum       :  24 cm  (Normal  : 23 – 26 cm)
    Distansia Cristarum       :  27 cm   (Normal  : 26 – 29 cm)
    Tuberum                          :  10 cm   (Normal  : 8 – 10 cm)
    Bodoloque                       :  19 cm   (Normal  : 18 – 20 cm)
k.   Ekstremitas bawah
          Tidak ada oedema dan varises
6.  Auskultasi
DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi 134x/i
7.  Perkusi
Ekstremitas bawah : Reflex patella kiri dan kanan positive (+)
8.  Pemeriksaan laboratorium tanggal 07 Mei 2012
    Hb            : 11, 4 gr%
    Albumin   : ( - )
    Reduksi   : ( - )
9.    Pemeriksan USG : UK 32-34 dengan presentase bokong

LANGKAH  II  IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GI P0 A0, Gestasi 32 Minggu 5 Hari, Situs Memanjang, Pu-Ki, Presentase Bokong, BAP, Tunggal, Hidup, Intrauterin, Keadaan Ibu dan Janin Baik.
1.  GI P0 A0
DS    :    Ibu mengatakan hamil pertama dan tidak pernah keguguran
DO    :    - Tonus otot dinding perut tegang
Tampak linea nigra dan striae livide
Analisa dan Interpretasi Data
a.  Ibu mengatakan hamil pertama dan tidak pernah keguguran ditandai dengan tonus otot dinding abdomen tampak tegang karena belum mengalami peregangan sebelumnya.
e.  Adanya striae livide disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah perifer dan peningkatan hormon MSH (Melaning Stimulating Hormon). Sehingga pada otot perut meregang timbul guratan-guratan cokelat yang disebut striae livide. Adanya linea nigra menandakan ibu dalam keadaan hamil
     (Prawirohardjo, S. Ilmu Kebidanan. 2008. Hal : 179)
2.  Gestasi 32 Minggu 5 Hari
DS    :    - HPHT tanggal 21 September 2011
-  Ibu mengatakan umur kehamilannya sudah memasuki 8 bulan
DO    :    - Pengkajian tanggal 07 Mei 2012
-  Tampak pembesaran uterus sesuai umur kehamilan
-  TFU ½ Pst-PX (30 cm)
Analisa dan Interpretasi Data
a.  Dari HPHT tanggal 21 September 2011 sampai dengan tanggal pengkajian 07 mei 2012 masa gestasi terhitung 32 minggu 5 hari dengan berdasarkan pada rumus Neagle. Sedangkan menurut MC. Donald, Prinsip pemantauan umur kehamilan dengan pendekatan tinggi fundus uteri sebagai patokan maka TFU 30 cm sama dengan gestasi 32-34 minggu.
  ( Sudraji Sumapraja, Persalinan Normal, FKUI, Hal : 25 )
b.  Pada Palpasi Leopold I teraba batasan rahim yaitu TFU dapat di ukur 30 cm yang menandakan janin berkembang dengan baik sesuai dengan umur kehamilan. (Winkjosastro 2007, hal 89)
3.  Situs Memanjang
DS    :    -
DO    :    - Leopold I teraba bokong di fundus uteri
-  Leopold III teraba kepala
Analisa dan Interpretasi Data
Pada saat palpasi Leopold I teraba kepala dan Leopold III teraba bokong sehingga posisi janin sejajar dengan sumbu panjang ibu yang disebut situs memanjang
( Myles. 2009. Hal : 263)
4.  PU-KI
DS    :    Ibu merasakan janinnya bergerak kuat terutama pada sisi kanan
DO    :    - Palpasi Leopoid II teraba punggung janin disebelah kiri
- Auskultasi DJJ terdengar jelas pada kuadran kiri bawah
Analisa dan interpretasi data
a.  Pada posisi Punggung Kiri, teraba bagian-bagian kecil dari janin seperti tangan dan tungkai berapa disebelah kanan, sehingga pergerakan janin
lebih kuat dirasakan ibu pada perut sebelah kanan
b.  Pada Palpasi Leopoid II teraba tahanan keras, lebar seperti papan pada sebelah kiri sisi perut ibu dan pada sebelah kanan sisi perut ibu teraba bagian-bagian kecil yaitu lengan atau tungkai
  (Sumapraja, S. Persalinan Normal. FKUI. Hal : 25 )
5.  Presentase Bokong
DS    :    -
DO    :  Palpasi Leopoid III teraba bagian janin yang yang lunak, lebar dan masih melenting
Analisa dan interpretasi data
       Pada Palpasi Leopoid III di daerah smpysis teraba bagian terendah janin yang lunak, lebar dan seperti papan. Ini menandakan bahwa janin dalam keadaan letak memanjang dengan bagian terendah adalah bokong.
6.  BAP
DS    :    -
DO    :    Palpasi Leopold IV: BAP (convergen)
Analisa dan Interpretasi Data
       Pada palpasi Leopold IV, jari tangan kiri dan kanan masih bertemu dengan demikian kepala janin belum masuk pintu atas panggul.
7.  Intra Uterin
DS    :    - Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat
Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut yang hebat
DO    :    Tidak ada nyeri tekan saat palpasi
Ananlisa dan Intrepertasi Data
a.  Bagian besar janin dapat diraba saat palpasi Leopold, ibu tidak merasa nyeri saat palpasi dan saat janin bergerak menandakan janin berada dalam uterus.
b.  Pada kehamilan ekstra uterin, janin tidak dapat tumbuh sampai aterm karena implantasi dan nidasi terjadi diluar cavum uteri. Jika aterm ibu akan merasakan nyeri perut hebat selama hamil. Pada umumnya kehamilan hanya bertahan sampai 6-10 minggu.
  (Prawirohardjo, S.2008. Hal: 135 )
8.  Tunggal
DS  : Ibu mengatakan bahwa tidak ada riwayat kembar dalam keluarganya
DO : - Pada palpasi hanya teraba satu janian dan bagiannya
   - Hanya ditemukan satu suara jantung janin
     Analisa dan Intrepertasi Data
       Pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan, teraba 1 punggung, 1 bokong, 1 kepala dan terdengan DJJ secara jelas hanya pada satu sisi serta pergerakan janin lebih kuat hanya pada satu sisi perut ibu. Hal ini menandakan bahwa janin tunggal.
9.  Hidup
    DS     : ibu masih merasakan gerakan janinnya dengan kuat sampai hari ini
    DO   :  - Denyut jantung janin (DJJ) terdengar kuat dan teratur dengan frekuensi 134x/i
-     Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
Analisa dan intrepertasi data
       Gerakan janin mulai terasa pada kehamilan menginjak usia  5  bulan
hingga menjelang persalinan.selain itu dilakukan perhitungan denyut jantung (DJJ) selama 1 menit dengan hasil 134x/i. Kedua temuan ini menandakan bahwa janin hidup.
10.  Keadaan Ibu dan Janin Baik
DS  : -  Ibu mengatakan selama hamil tidak ada riwayat penyakit menular
 Ibu tidak menderita penyakit yang serius
 Ibu mengatakan janinnya bergerak sampai sekarang
      DO : - Keadaan umum dan kesadaran ibu baik
 TTV
TD   :    100 / 70 mmHg                       S :   36,90 C
N      :    76 x / menit                            P  :  20 x / menit
Pemeriksaan Lab normal
DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi 134x/menit
Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
Analisa dan Interpretasi Data
a.  Ibu tidak ada riwayat penyakit menular dan tidak menderita penyakit
serius menandakan keadaan ibu baik. Pemeriksaan lab dan Tanda-tanda Vital dalam batas normal merupakan dasar dalam menilai bahwa keadaan ibu baik.
b.  Auskultasi DJJ yang terdengar jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi 120-160x/i, merupakan indicator keadaan janin baik. Selain itu bayi yang bergerak kuat dan pembesaran perut ibu yang sesuai umur kehamilan berarti perkembangan janin optimal.
Masalah Aktual : Kecemasan
     DS  : - Ibu merasa cemas terhadap posisi janinnya yang abnormal
-  Ibu bertanya-tanya tentang keadaan janinnya
-  Ibu mengatakan tidak ingin dioperasi
DO : - Ekspresi wajah ibu tampak cemas
Analisa dan Interpretasi Data
Rasa cemas yang dirasakan ibu sekarang terhadap posisi janinnya yang abnormal dan rasa takut akan operasi mengakibatkan adanya gangguan psikologis. Kurangnya pengetahuan ibu tentang penanganan masalah yang dihadapinya menyebabkan ibu tampak cemas dan bertanya-tanya tentang kondisi janinnya. Adanya masalah yang  dialami ibu sekarang dapat mengganggu psikologis ibu yang dapat berakibat buruk pada janin.
LANGKAH  III   ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Masalah Potensial : Terjadi Partus Sungsang
DS           : -
DO           : -  Palpasi Leopold I :  teraba kepala di fundus
-   Palpasi Leopold III : Teraba bokong
       Analisa dan Interpretasi Data
a.  Pada palpasi Leopold I teraba keras dan bundar serta melenting berada di fundus dan palpasi Leopold III teraba bagian lunak, lebar dan tidak melenting saat digoyangkan hal ini menunjukkan bahwa presentasi bokong ( Johnson, R. 2004. Hal: 5)
b.  Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang (bokong), dan letak lintang. Sedangkan pada kehamilan 34 minggu volume air ketuban berkurang sehingga akan menyulitkan janin berputar dengan sendirinya.

LANGKAH   IV  TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
       Kolaborasi dengan dokter obgyn untuk pemeriksaan USG

LANGKAH   V   RENCANA TINDAKAN
Tujuan  :  - Kehamilan dapat berlangsung normal sampai persalinan
                - Keadaan ibu dan janin baik
                - Posis janin dapat berputar ke posisi normal
Kriteria  : - Ibu mengerti tentang keadaan janinnya
Ibu bersedia melakukan posisi menungging setiap hari
TTV dalam batas normal
                                 TD : Sistole 90-130 mmHg, diastole 60-90 mmHg
                                 N               : 72-86 x / menit
                                 S               : 36,50 C – 37,50C
                                 P               : 18 – 24 x / menit
-  DJJ dalam batas normal (120 – 160 x / menit)
-  Rasa kecemasan ibu teratasi
Intervensi
Tanggal 07 Mei 2012 jam 11.00 WITA
1.    Sampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
Rasional : Penting untuk menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu agar mengetahui perkembangan kehamilannya sehingga ibu dapat kooperatif terhadap tindakan dan anjuran bidan.
2.    Memberikan HE  tentang :
a.  Gizi seimabng ibu hamil
Dengan mengkomsumsi makanan sumber karbohidrat sebagai sumber zat tenaga, lemak sebagai sumber zat pembangun dan vitamin sebagai sumber zat pengatur sesuai dengan angka kecukupan gizi, kebutuhan ibu hamil lebih dari biasanya karena digunakan untuk tumbuh kembang janin, organ-organ dan persiapan masa laktasi
b.  Istirahat yang cukup
     Istirahat yang cukup dapat menghemat pengeluaran cadangan energi, mengurangi beban kerja jantung yang mengalami peningkatan kerja karena darah keseluruhan tubuh dan janin agar menciptakan kondisi dan stamina yang baik.
c.   Personal Hygiene
     Ibu  sebaiknya  selalu  menjaga  kebersihan diri  dan alat genitalia. Gunakan pakaian yang bersih dan longgar sehingga nyaman dipakai. Alat genitalia harus selalu dibersihkan agar tidak terinvestasi dengan mikroorganisme.
3.    Jelaskan pada ibu tanda bahaya dalam kehamilan
Rasional : Dengan menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, ibu dapat mengerti dan mengetahuinya sehingga apabila ibu mengalami salah satu dari 9 tanda bahaya tersebut, ibu dapat segera meminta pertolongan pada petugas kesehatan untuk meminta pertolongan
4.    Anjurkan ibu untuk melakukan posisi knee-chest (menungging). Rasional : Agar bagian terberat dari janin berada di bawah sehingga posisi janin berubah ke posisi normal menjadi presentase kepala.
5.    Anjurkan ibu untuk menghitung pergerakan janinnya
Rasional   :  Dengan mengajarkan ibu cara menghitung gerakan janin, ibu dapat memantau sendiri kondisi janinnya secara objektif sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan.
6.    Diskusikan tentang persiapan persalinan (BERDOA) dan kelahiran serta persiapan menghadapi komplikasi;
Rasional :    Dengan mendiskusikan persiapan persalinan baik secara psikos, fisik dan financial maka ibu lebih siap menghadapi persalinan dan komplikasi yang mungkin terjadi
7.    Berikan dukungan moril dan spiritual pada ibu
Rasional: Agar ibu tidak cemas dan bersemangat dengan kehamilannya sehingga tidak mengganggu psikologinya
8.    Penatalaksanaan pemberian obat : Fe, Vit. C, B.Com
Rasional : Fe berfungsi membantu pembentukan sel-sel darah merah yang dibutuhkan ibu dan janin, mengikat oksigen dan menyebarkannya keseluruh tubuh. Suplemen zat besi dianjurkan karena banyak ibu yang tidak cukup mengkomsumsi makanan yang mengandung zat besi.
Vit. C : Pemberian Vit. C adalah untuk membantu penyerapan zat besi yang terdapat dalam Fe
B. Com : Pemberian B. Com dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ibu hamil karena selain dalam menambah nafsu makan juga untuk melancarkan proses metobalisme tubuh
9.    Anjurkan ibu untuk datang Follow Up 1 minggu kemudian atau sewaktu-waktu jika ada masalah
Rasional : Untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janinnya. Dengan menganjurkan ibu untuk datang kembali ibu akan mengadakan kesepakatan dengan bidan sehingga tujuan dari asuhan yang diberikan dapat dicapai secara efisien dan efektif
LANGKAH   VI   IMPLEMENTASI
Tanggal 07 Mei 2012 jam 11.00 Wita
1.       Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ini keadaan ibu dan janin baik
2.       Memberikan HE  tentang :
a.  Gizi seimbang ibu hamil
Menjelaskan pada ibu bahwa makanan yang mengandung gizi seimbang dapat dikomsumsi ibu perhari yaitu nasi 3 piring, telur, ikan, ayam atau daging 4-5 potong, tempe atau tahu 2-4 potong, sayuran hijau 2-3 mangkok setiap hari dan buah-buahan yang kaya akan vitamin (jeruk manis, pepaya, mangga, dll), 3 potong perhari serta minum air putih 6-8 gelas perhari, susu ibu hamil 200 cc perhari dan menghindari minum teh/kopi.
b.  Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup dapat menghemat pengeluaran cadangan energi, mengurangi beban kerja jantung yang mengalami peningkatan kerja karena darah keseluruhan tubuh dan janin agar menciptakan kondisi dan stamina yang baik.
c.   Personal Hygiene
Ibu sebaiknya selalu menjaga kebersihan diri dan alat genitalia. Gunakan pakaian yang bersih dan longgar sehingga nyaman dipakai. Alat genitalia harus selalu dibersihkan agar tidak terinvestasi dengan mikroorganisme. Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran bidan.
3.      Menjelaskan tentang tanda bahaya pada kehamilan
a.     Perdarahan jalan lahir sebelum waktunya
b.     Nyrei abdomen yang hebat
c.      Gangguan penglihatan yang sangat kabur
d.     Sakit kepala yang hebat
e.     Bengkak pada wajah dan tangan
f.       Penurunan gerak janin
g.     Demam
h.     Kejang
i.       KPD
4.      Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi knee-chest (menungging) dilakukan minimal 15 menit setiap hari yaitu posisi bersujud dengan kaki sejajar pinggul dan dada sejajar lutut setiap 15 menit selama 3-4 kali dalam sehari.
5.      Menganjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin dengan ketentuan :
a.  Waktu menghitung gerakan janin dilakukan sekali dalam sehari
b.  Dilakukan pada waktu yang sama tiap hari, ditentukan oleh ibu sendiri berdasarkan waktu kapan janinnya sering bergerak
c.   Dihitung hingga 10 kali gerakan dengan sekurang-kurangnya 10 gerakan dalam 10 jam (normal janin bergerak 1 kali dalam 1 jam)
6.      Mendiskusikan tentang persiapan persalinan dan kelahiran mengenai biaya persalinan, alat angkutan dan persiapan donor darah jika dibutuhkan serta persiapan menghadapi komplikasi. Dengan mendiskusikan persiapan persalinan baik secara fisik dan financial sehingga ibu lebih siap menghadapi persalinannya.
7.      Memberikan dukungan moril dan spiritual pada ibu agar tidak terlalu cemas memikirkan kehamilannya yang abnormal
8.      Menjelaskan penatalaksanaan pemberian obat :
Fe, B.Com, Vit. C
9.      Menganjurkan ibu datang kembali untuk memeriksakan kehamilannya satu minggu kemudian yaitu pada tanggal 14 Mei 2012 atau bila sewaktu-waktu ada masalah

LANGKAH   VII   EVALUASI
Tanggal 07 Mei 2012 jam 11.30 Wita
1.  Keadaan ibu dan janin baik ditandai dengan TTV ibu dalam batas normal dan DJJ dalam batas normal
2.  Ibu menjadi semangat dan rasa cemas ibu berkurang
3.  Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
4.  Ibu bersedia melakukan posisi menungging setiap hari
5.  Ibu bersedia datang kembali pada jadwal yang telah ditentukan yaitu pada tanggal 14 Mei 2012





PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “ A ”
GESTASI 32 MINGGU 5 HARI DENGAN LETAK SUNGSANG
DI RS IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR
T A N G G A L  07  M E I  2012

No.Registrasi             :  0706980
Tanggal Kunjungan            :  07 Mei 2012 Jam 10.30 WITA
Tanggal Pengkajian :  07 Mei 2012 Jam 10.30 WITA
Ruang                                    :  ANC

IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama                  :  Ny “ A ”        /           TN “ S
Umur                   :  24 tahun     /           27 tahun
Nikah                  :  1 x                /           ± 1 tahun
Suku                   :  Makassar    /           Makassar
Agama                :  Islam            /           Islam
Pendidikan        :  SMA            /           SMA
Pekerjaan           :  IRT               /           Wiraswasta
Alamat                 :Ujung Pandang Baru VI No 2 RT 006/RW 003 Kec.Tallo

DATA SUBYEKTIF ( S )
1.    Ibu mengatakan hamil pertama dan tidak pernah keguguran
2.    HPHT ibu yaitu pada tanggal 21 September 2011
3.    Ibu mengatakan umur kehamilannya sudah memasuki 8 bulan
4.    Ibu merasakan pergerakan janinnya aktif pada perut sebelah kanan sejak bulan Februari 2011 sampai sekarang
5.    Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil
6.    Ibu hanya mengkonsumsi obat yang diberikan oleh bidan
7.    Ibu sudah 4 kali kunjungan ANC di RSIA Siti Fatimah Makassar dan telah mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali
-     TT I  : tanggal 23 Februari 2012
-     TT II  : tanggal 27 Maret 2012
8.    Ibu tidak pernah mengalami salah satu dari 9 tanda bahaya kehamilan

DATA OBJEKTIF ( O )
1.    GI P0 A0
2.    TP tanggal 28 Juni 2012
3.    Ekspresi ibu tampak cemas
4.    Kesadaran komposmentis
5.    TB  :  156 cm, BB sebelum hamil  :  52 kg, setelah hamil  :  59 kg
6.    LILA  :  24 cm
7.    Tanda-tanda Vital :
-     TD             120/70 mmHg
-     S              :  36,9 C
-     N              :  84 x/i
-     P              :  24 x/i
8.    Kepala dan rambut bersih
9.    Sklera putih dan konjungtiva merah muda
10. Tidak ada oedema pada wajah
11. Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, kelenjar tiroid dan vena jugularis.
12. Payudara simetris kiri dan kanan, tidak ada massa, hiperpigmentasi pada areola mamma
13. Pada abdomen tampak linea nigra dan striae livide, pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada nyeri tekan dan massa
Palpasi  : - Leopoid I : TFU 30 cm ( ½ Pst-PX), umur kehamilan 32-34 minggu, teraba kepala di fundus
-  Leopoid  II      :  PUKI
-  Leopoid  III     :  Bokong
-  Leopoid  IV     : BAP (Convergen)
Lingkar Perut : 102 cm       TBJ = TFU x LP = 3060 gram
14. Auskultasi
DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kiri bawah dengan frekuensi 134x/menit
15. Ekstremitas
Tidak ada varises dan oedema serta refleks patella kiri dan kanan positif (+)
16. Pemeriksaan laboratorium tanggal 07 Mei 2012
     Hb            :  11,4 gr %
     Alb           :  ( - )
     Reduksi  :  ( - )
17. Pemeriksan USG : UK 32-34 dengan presentase bokong
ASSESMENT (A)
Diagnosa : GI P0 A0, Gestasi 32 Minggu 5 Hari, Situs Memanjang (PU-KI), Presentase Bokong, BAP, Intra Uterin, Tunggal, Janin Hidup, Keadaan Ibu dan Janin Baik.
Masalah Aktual : Ibu dengan masalah Kecemasan terhadap kehamilannya
Masalah Potensial : Terjadi Partus Sungsang
PLANNING (P)
       Tanggal 07 Mei 2012 jam 11.00 WITA
1.     Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa untuk saat ini keadaan ibu dan janin baik. Ibu mengetahui tentang hasil pemeriksaannya
2.     Memberikan HE  tentang :
a.    Gizi seimbang ibu hamil
b.      Istirahat yang cukup
c.      Personal Hygiene
3.     Menjelaskan tentang 9 tanda bahaya pada kehamilan
a.  Perdarahan jalan lahir sebelum waktunya
b.  Nyrei abdomen yang hebat
c.   Gangguan penglihatan yang sangat kabur
d.  Sakit kepala yang hebat
e.  Bengkak pada wajah dan tangan
f.    Penurunan gerak janin
g.  Demam
h.  Kejang
i.    KPD
4.     Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi menungging dilakukan minimal 15 menit setiap hari
5.     Menganjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin dengan ketentuan yang telah di berikan
6.     Mendiskusikan tentang persiapan persalinan dan kelahiran  (BERDOA)
7.     Memberikan dukungan moril  dan spiritual pada ibu. Ibu tidak cemas dan bersemangat dengan kehamilannya
8.     Menjelaskan penatalaksanaan pemberian obat :
Fe, B.Com, Vit. C
9.     Menganjurkan ibu datang Follow Up 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan memantau perkembangan janinnya satu minggu kemudian yaitu pada tanggal 14 Mei 2012 atau bila sewaktu-waktu ada masalah.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “ A ”
GESTASI 33 MINGGU 5 HARI DENGAN LETAK SUNGSANG
DI RS IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR
T A N G G A L  14  M E I  2012

No.Registrasi             :  0706980
Tanggal Kunjungan            :  14 Mei 2012 Jam 09.00 WITA
Tanggal Pengkajian :  14 Mei 2012 Jam 09.00 WITA
Ruang                                    :  ANC

IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama                  :  Ny “ A ”        /           TN “ S
Umur                   :  24 tahun     /           27 tahun
Nikah                  :  1 x                /           ± 1 tahun
Suku                   :  Makassar    /           Makassar
Agama                :  Islam            /           Islam
Pendidikan        :  SMA            /           SMA
Pekerjaan           :  IRT               /           Wiraswasta
Alamat                 :Ujung Pandang Baru VI No 2 RT 006/RW 003 Kec.Tallo

DATA SUBYEKTIF ( S )
1.    Ibu mengatakan umur kehamilannya sudah memasuki 8 bulan
2.    Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat
3.    Ibu  menungging  di  rumahnya  sebanyak  2  kali  dalam  sehari  dan
dilakukan setiap 10 menit sekali.
4.    Ibu rajin mengkonsumsi obat yang diberikan oleh bidan
5.    Ibu mengkonsumsi makanan yang dianjurkannya dan tidak terlalu banyak beraktifitas
DATA OBJEKTIF ( O )
1.    Ekspresi ibu tampak cemas dan banyak bertanya tentang kondisi janinnya
2.    Kesadaran komposmentis
3.    TB  :  156 cm, BB sebelum hamil  :  52 kg, setelah hamil  :  59,5 kg
4.    LILA  :  24 cm
5.    Tanda-tanda Vital :
-     TD            :  110/70 mmHg                    N         :  80 x/i
-     S              :  36,7 C                                P         :  20 x/i
6.    Kepala dan rambut bersih
7.    Sklera putih dan konjungtiva merah muda
8.    Tidak ada oedema pada wajah
9.    Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, kelenjar tiroid dan vena jugularis.
10. Payudara simetris kiri dan kanan, tidak ada massa, hiperpigmentasi pada areola mamma
11. Pada abdomen tampak linea nigra dan striae livide, pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada nyeri tekan dan massa
Palpasi  :
-Leopoid  I       :                    TFU 31 cm ( ½ Pst-PX), umur kehamilan 32-34 minggu, teraba kepala di fundus
-Leopoid  II      :                    PU-KI
-Leopoid  III     :                    Bokong
-Leopoid  IV     :                    BAP (Convergen)
12. Auskultasi
DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kiri dengan frekuensi 134x/menit
13. Pemeriksaan laboratorium tanggal 07 Mei 2012
-       Hb            :  11,4 gr %
-       Alb           :  ( - )
-       Reduksi  :  ( - )
14. Pemeriksan USG : UK 32-34 dengan presentase bokong
ASSESMENT (A)
Diagnosa : GI P0 A0, Gestasi 33 Minggu 5 Hari, Situs Memanjang (PU-KI), Presentase Bokong, BAP, Intra Uterin, Tunggal, Janin Hidup, Keadaan Ibu dan Janin Baik.
Masalah Aktual : Ibu dengan masalah Kecemasan terhadap kehamilannya
Masalah Potensial : Terjadi Partus Sungsang
PLANNING (P)
       Tanggal 14 Mei 2012 jam 10.00 WITA
1.     Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa untuk saat ini keadaan ibu dan janin baik dengan posisi janin belum berputar ke posisi normal dan masih berada dalam presentase bokong.
2.     Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan posisi menungging dilakukan selama 3-4 kali minimal 15 menit setiap hari
3.     Menganjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin dengan ketentuan yang telah diberikan yang normalnya 2 kali dalam satu jam
4.     Memberikan dukungan moril dan spiritual pada ibu sehingga Ibu tidak cemas dan tetap bersemangat dengan kehamilannya
5.     Memberitahu ibu agar tidak meminta pertolongan pada dukun untuk memutar posisi janinnya menjadi presentase bokong agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik pada janin maupun pada ibunya sendiri.
6.    Menganjurkan ibu datang Follow Up 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan memantau perkembangan janinnya kemudian yaitu pada tanggal 21 Mei 2012 atau bila sewaktu-waktu ada masalah.

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara konsep dasar tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dalam penerapan proses Manajemen Kebidanan pada kasus Kehamilan Letak Sungsang pada Ny. A” di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar tanggal 07 dan 14 Mei 2012.
Pembahasan ini disusun dengan pendekatan Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 Langkah, yaitu Pengkajian dan pengumpulan data dasar, Menegakkan diagnosa/masalah aktual, Menegakkan doagnosa/masalah potensial, Melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi, Merencanakan asuhan kebidanan, Melaksanakan tindakan asuhan kebidanan, dan Mengevaluasi asuhan kebidanan.
A.   Langkah  I  Pengkajian dan Pengumpulan Data Dasar
Pada tahap ini penulis melakukan pengkajian dan pengumpulan data dasar yang merupakan proses manajemen asuhan kebidanan yang ditunjukkan untuk pengumpulan informasi mengenai kesehatan baik fisik, psikososial, dan spiritual. Pengumpulan data juga dilakukan melalui anamnesis meliputi identitas ibu, data biologis, psikologis, sosial dan ekonomi sedangkan pada pemeriksaan fisik dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Adapun pemeriksaan penunjang yaitu laboratorium dan pemeriksaan USG. Pada tahap ini penulis tidak menemukan kesenjangan. Hal ini disebabkan karena respon ibu dalam memberikan informasi begitu jelas sehingga penulis dengan mudah memperoleh data yang diinginkan.
Pada kasus Ny. “A” data yang diperoleh menunjukkan adanya persamaan tanda/keluhan yang terdapat pada konsep dasar (teori) yakni ibu merasa cemas dengan kehamilannya dan ditunjang oleh pemeriksaan luar menurut palpasi Leopold. Leopold I : Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang berada pada fundus. Leopold II : Punggung janin teraba sebagai tekanan yang lebih keras dan memanjang dari atas ke bawah, sedangkan disisi lain dapat  teraba bagian-bagian kecil janin. Leopold III : Teraba janin,tidak bulat, tidak rata dan masih melenting. Leopold IV : bagian yang terbawah yaitu bokong belom masuk dalam  pintu atas panggul, dan pada auskultasi DJJ pada umumnya ditemukan pada TFU setinggi pusat, atau sedikit lebih tinggi.
Pada langkah pertama ini tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan pustaka dan praktek asuhan kebidanan yang dilakukan pada klien Ny. “A”.
B.   Langkah II Menegakkan Diagnosa/Masalah Aktual
Dalam  menegakkan  diagnosa  atau  masalah  aktual  maupun potensial harus berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan yang didukung dan ditunjang oleh beberapa data baik subjektif maupun objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian.
Berdasarkan teori, setiap kehamilan sampai menjelang persalinan mempunyai 10 komponen diagnosa sehingga dari diagnosa ini diharapkan seorang ibu hamil yang mengalami komplikasi selama kehamilan misalnya presentasi bokong harus mendapatkan pemeriksaan antenatal yang lebih efektif.
Adapun diagnosa yang dirurmuskan pada kasus ini adalah GIP0A0, Umur Kehamilan 32 Minggu 5 Hari, Pu-Ki, Presentasi Bokong, BAP, Intra Uterin, Tunggal, Hidup, Keadaan Ibu Dan Janin Baik dan Ibu dengan Masalah Kecemasan.
Dengan demikian diagnosa atau masalah actual yang telah diidentifikasi pada Ny. “A” kasus kehamilan dengan presentasi bokong menunjukkan adanya persamaan dengan landasan teori.
C.   Langkah III Menegakkan Diagnosa / Masalah Potensial
Masalah potensial yang diidentifikasikan penulis pada kasus ini adalah potensial terjadinya presentasi bokong sampai akhir kehamilan. Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang (bokong), dan letak lintang. Sedangkan pada kehamilan 34 minggu volume air ketuban berkurang sehingga akan menyulitkan janin berputar dengan sendirinya.
Pada tahap ini penulis tetap mengacu pada teori yang ada untuk menegakkan diagnosa / masalah yang mungkin timbul dari keluhan klien jika tidak ditangani dengan segera. Dalam tahap ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek asuhan kebidanan yang diberikan pada klien Ny. “A”.
D.   Langkah IV Melaksanakan Tindakan Segera, Konsultasi dan Kolaborasi
Tidak ada tindakan segera yang diberikan kepada Ny.”A” hanya dilakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan USG. Dalam tahap ini penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek.
E.   Langkah V  Merencanakan Tindakan Asuhan Kebidanan
Dari diagnosa masalah yang ada maka penulis menyusun rencana asuhan kebidanan untuk mengatasi masalah yang dialami oleh klien dengan menetapkan tujuan dan kriteria yang ingin dicapai, penetapan tujuan ini dimaksudkan untuk pedoman dalam melakukan tindakan.
Berdasarkan teori bahwa untuk mengantisipasi terjadinya kehamilan dengan presentsi bokong maka rencana asuhan yang harus diberikan yakni :
1.    Melakukan posisi knee-chest (menungging)
2.    Melakukan versi luar
3.    Kunjungan antenatal yang adekuat
4.    Follow up
Pada studi kasus Ny “A” dengan presentasi bokong, umur kehamilan 32-34 minggu, rencana asuhan yang diberikan adalah sebagai berikut :
1.    Meciptakan hubungan yang akrab dengan ibu serta memperkenalkan diri;
2.    Mengobservasi TTV, BB serta melakukan palpasi abdominal;
3.    Melakukan pemeriksaan head to toe
4.    Menyampaikan dan menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
5.    Memberikan tablet penambah darah (Fe), Vit C dan B.Com
6.    Menyampaikan beberapa informasi tentang pendidikan kesehatan yang berhubungan dengan kehamilannya yaitu :
a)    Pentingnya gizi seimbang pada ibu hamil;
b)    Pentingnya menjaga personal hygiene;
c)    Pentingnya istirahat
7.    Menganjurkan pada ibu untuk melakukan posisi menungging;
8.    Menjelaskan 9 tanda bahaya kehamilan;
9.    Mendiskusikan dengan ibu dan keluarga tentang perispan persalinan dan kelahiran serta persiapan menghadapi komplikasi;
10. Membantu ibu mengatasi rasa cemas dengan :
a)    Menjelaskan pada ibu bahwa janinnya masih bisa berputar ke posisi normal
b)    Menjelaskan pada ibu bahwa kehamilan dengan presentasi bokong dapat lahir normal
11. Beri dukungan moril dan spiritual pada klien
12. Menganjurkan follow up yaitu pada tanggal 14 Mei 2012
13. Menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan kerja sama klien.
Rencana yang dilakukan diatas tidak terdapat kesenjangan karena penulis melakukan intervensi asuhan kebidanan berdasarkan konsep pelaksanaan dasar (teori).
F.    Langkah VI Pelaksanaan Asuhan Kebidanan/ Implementasi
Pelaksanaan tindakan asuhan kebidanan ini sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh penulis sebelumnya. Penanganan yang dilakukan sudah berorientasi pada kebutuhan klien sehingga tujuan dapat tercapai. Hal ini ditunjang pula oleh klien yang kooperatif dalam menerima semua anjuran dan tindakan serta adanya dukungan dan kerja sama yang baik dengan petugas kesehatan yang ada di RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar.
G.   Langkah VII Evaluasi Asuhan Kebidanan
Adapun evaluasi yang dimaksudkan untuk memberi nilai terhadap hasil intervensi yang dilakukan berdasarkan tujuan dan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Tekhnik evaluasi dilakukan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik yang meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi untuk memperoleh data hasil perkembangan klien.
Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tujuan dari rumusan diagnosa: GIP0A0, Umur Kehamilan 32-34 Minggu, Pu-Ki, Presentasi Bokong, BAP, Intra Uterin, Tunggal, Hidup, Keadaan Ibu Dan Janin Baik dengan Masalah Kecemasan adalah :
1.    Dapat merubah posisi janin dari presentasi bokong menjadi presentasi kepala;
2.    Mengurangi atau mengatasi kecemasan yang dirasakan oleh ibu;
3.    Keadaan ibu dan janin baik;
4.    Mendeteksi komplikasi atau tanda bahaya dan mencegah terjadinya komplikasi.
Adapun tujuan yang tidak tercapai tersebut adalah rasa cemas ibu belum teratasi disebabkan karena posisi janin dalam uterusnya tidak berubah keposisi normal dan dari hasil pemeriksaan posisi janin tetap berada dalam presentase bokong (sungsang).
Pada langkah terakhir yaitu evaluasi hasil asuhan yang telah diberikan pada Ny. “A” adalah terjadi kesenjangan antara tujuan dan kriteria. Dimana tujuan yang ingin dicapai tersebut tidak sesuai dengan evaluasi hasil asuhan.
 BAB V
PENUTUP
Setelah mempelajari dan mengkaji teori dan konsep asuhan ante natal serta pengalaman langsung di lahan praktek melalui studi kasus pada Ny. “A” dengan kasus Kehamilan dengan Letak Sungsang maka penulis dapat menaarik kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut :
A.   Kesimpulan
1.    Pengkajian dilakukan dengan cara anamnese, wawancara  dan data yang diperoleh dari status pasien. Pengumpulan data berupa data identitas ibu, data biologis/fisiologis, data sosial ekonomi dan spiritual serta data penunjang dari hasil pemeriksaan labo dan USG.
2.    Dari studi kasus pada Ny. “A” ditegakkan diagnosa/masalah aktual maupun potensial yaitu GIP0A0, Umur Kehamilan 32  Minggu 5 hari, Pu-Ki, Presentasi Bokong, BAP, Intra Uterin, Tunggal, Keadaan Ibu dan Janin Baik dengan Masalah Kecemasan serta Potensial terjadi Partus Sungsang.
3.    Penanganan/penatalaksanaan yang dilakukan terhadap kasus yang ditemukan pada klien adalah dengan menganjurkan klien untuk melakukan posisi menungging serta memberikan dukungan moril dan spiritual pada klien.
4.    Dari hasil Asuhan yang telah diberikan kepada Ny. Ayaitu pada tanggal 07 Mei 2012 dan tanggal 14 Mei 2012 dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan antenatal yang telah diterapkan terdapat yang kesenjangan antara tujuan/kriteria dan evaluasi.
5.    Posese Manajemen yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ny. A” dengan menggunakan langkah-langkah  pemecahan masalah. Sehingga alur kerja dari pengorganisasian pikiran dan bertindak sebagai suatu langkah-langkah yang logis dan menguntungkan baik bagi klien maupun bagi bidan kemudian didokumentasikan dalam bentuk SOAP.
B.   Saran
1.    Bagi Ibu Hamil
a.    Sebaiknya setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sejak awal kehamilan (Trimester I) sampai ibu melahirkan sehingga secara dini dapat ditemukan kelainan yang timbul sehingga tersedia cukup waktu untuk penanganan masalah yang dihadapi sesuai dengan kebutuhan.
b.    Biasakan diri untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan zat gizinya agar memenuhi kebutuhan ibu dan janin, istrahat yang cukup, dan selalu menjaga kebersihan diri.
c.    Diharapkan setiap anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap klien.
2.    Bagi Pelaksana Pelayanan Kesehatan
a.    Sikap bidan senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan
b.    kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
c.    Melaksanakan penyuluhan kepada semua ibu hamil secara berkesinambungan tentang semua yang diberkaitan dengan kehamilan.
d.    Profesi bidan harus mampu mengambil keputusan klinik secara cepat dan tepat untuk menghindari keterlambatan dalam merujuk sehingga dapat mencegah kematian ibu dan bayi.
3.    Bagi Pemerintah/Institusi
a.    Menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak..
b.    Agar tercapai penurunan AKI dan AKB maka pemerintah sebaiknya memberikan jaminan pada ibu hamil dan jaminan persalinan sehingga mereka tidak berfikir lagi tentang biayanya.

c.    Bagi Institusi pendidikan agar penerapan manajemen kebidanan dengan pendekatan masalah lebih ditingkatkan dan dikembangkan mengingat proses tersebut sangat bermanfaat dalam membina tenaga bidan guna menciptakan sumber daya manusia yang berpotensial dan profesional.


Implementasi

Evaluasi

Implementasi

Evaluasi


CATATAN SOAP

Subjektif
Objektif






Pengkajian/Diagnosis

Rencana:
-  Konsul
-  Tes diagnostik/lab
-  Rujukan
-  Pendidikan/
Konseling
-  Tindak lanjut

Pendokumentasian Asuhan Kebidanan
 




















(Salmah, dkk. 2006. Hal: 173)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar